Mengintip Konsep Rumah Bergaya Industrial
Rumah bergaya industrial - Kabarnya, desain interior
rumah bergaya industrial berawal dari era revolusi pada abad ke-19 yang populer
di kota New York dan London.
Di era tersebut, hampir Sebagian besar masyarakatnya
memanfaatkan sebuah pabrik tua untuk dijadikan hunian yang layak.
Sehingga tak heran jika desain interior ini identik dengan
dinding bata ekspos, lantai beton, pipa, hingga balok terbuka.
Seiring berjalannya waktu, kini gaya industrial telah
dipadukan dengan konsep yang mengikuti perkembangan zaman.
Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai konsep
rumah bergaya industrial, yuk simak langsung ulasan berikut:
Konsep Rumah Gaya Industrial
1. Dinding Bata Ekspos
Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa
konsep rumah bergaya industrial selalu identik dengan dinding bata ekspos.
Tak hanya bata ekspos, material bata merah tanpa plester,
baja, dan beton juga menjadi bagian yan tak dapat dipisahkan pada gaya
industrial.
Untuk area langit-langit biasanya terdapat pipa besi yang
dibiarkan begitu saja, sehingga dapat mempertegas kesan autentik namun masih
tetap stylish.
Disisi lain, sentuhan lantai kayu tanpa finishing juga akan
menciptakan keseimbangan dengan material mentah lainnya.
Artikel terkait: Kenali Jenis-jenis Lantai Kayu Parket Sesuaikan Kebutuhan
2. Mengusung Open Space
Apa itu open space? Perlu diketahui, open space merupakan
konsep ruangan terbuka yang tidak memiliki banyak sekat antar ruang.
Dengan kata lain, konsep open space ini akan menggabungkan
ruang tamu, ruang makan, hingga dapur menjadi satu.
Sehingga konsep ini dapat memberikan kesan yang lebih luas
dan felksibel dalam satu ruangan.
Dengan begitu,
pastinya kondisi ruangan rumah akan terasa lebih terang, hangat, dan nyaman.
3. Pencahayaan Alami yang Maksimal
Untuk mengurangi
penggunaan lampu di siang hari, tentu saja peran pencahayaan alami dari sinar
matahari memiliki peranan penting.
Itu sebabnya,
mengapa rumah bergaya industrial selalu dilengkapi dengan jendela berukuran
besar untuk memaksimalkan pencahayaan alami.
Tak hanya
fungsional, jendela besar ini juga bisa menjadi elemen dekoratif yang akan
memperkuat kesan industrial.
Adapun penggunaan
lampu gantung yang berbahan logam, lampu bohlam ekspos, hingga lampu dinding
dengan desain pipa juga kerap menghiasi untuk mempertegas nuansa khas pabrik
tua.
Berkat perpaduan
antara pencahayaan alami dengan lampu, tentunya akan tercipta tampilan seimbang
antara fungsionalitas dan estetika.
4. Penggunaan Furniture yang Serbaguna
Furniture pada rumah bergaya industrial biasanya memiliki
desain yang cenderung simpel, kuat, serta serbaguna.
Materialnya pun
bermacam-macam, seperti bahan kayu tua, besi, hingga kulit.
Beberapa
diantaranya seperti meja kayu dengan kaki besi, rak terbuka dari pipa besi,
atau sofa kulit dengan warna cokelat tua yang akan memperkuat kesan industrial.
Dengan pemilihan
furniture yang sesuai, pastinya ruangan rumah akan terlihat lebih efisien tanpa
mengurangi estetika khas industrial.
5. Selalu Mengusung Warna Netral
Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa rumah bergaya
industrial kerap didominasi oleh warna-warna yang cenderung netral, seperti putih, abu-abu, krem, hingga cokelat.
Pasalnya
warna-warna tersebut dapat menghadirkan kesan yang maskulin, tegas, dan serasi
dengan penggunaan material-material ekspos yang ada.
Agar
suasana rumah tidak terkoson monoton atau membosankan, maka anda bisa menggabungkannya
dengan elemen kayu maupun aksen metalik untuk menciptakan sedikit kontras.
Disisi lain,
pencahayaan yang tepat juga memiliki peranan penting dalam menciptakan kesan
kehangatan didalam ruangan.
Nah, itulah
beberapa karakteristik dari desain rumah bergaya industrial.
Nilai Plus Konsep Rumah Industrial:
- Rumah dengan konsep industrial dapat menciptakan kesan khas yang autentik dalam memberikan karakteristik tersendiri
- Penggunaan material ekspos seperti beton, baja, dan kayu kasar yang kuat serta tahan lama
- Desain ini tidak perlu melakukan banyak pekerjaan maupun perawatan seperti cat atau plester, karena menggunakan material ekspos
- Mengingat konsep ruangannya yang terbuka, tentu saja dapat memberikan kesan yang lebih luas dan nyaman
- Adanya jendela berukuran besar memungkinkan cahaya alami masuk lebih banyak kedalam ruangan, sehingga dapat menghemat penggunaan lampu di siang hari
Nilai Minus Konsep Rumah Industrial:
- Jika tidak diberi derkorasi tambahan, warna netral dan penggunaan material pada desain rumah ini akan terkesan kurang hangat dan monoton
- Meski proses perawatannya lebih mudah, namun pembuatan desain rumah industrial akan memakan banyak biaya di awal
- Tanpa adanya insulasi suara yang baik, biasanya suara gema bisa terjadi didalam ruangan dengan dinding dan lantai beton
- Untuk rumah industrial dari bahan beton biasanya akan terasa panas di cuaca panas, dan terasa dingin di cuaca dingin
- Bagi sebagian orang, mungkin penggunaan material mentah tanpa sentuhan finishing terkesan berantakan dan tidak berestetika.
Seperti itulah beberapa nilai plus dan minus pada desain
rumah bergaya industrial, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan
pertimbangan.