Jenis dan Fungsi Moulding Untuk Kebutuhan Dinding
Jenis moulding
dinding – Pada dasarnya, moulding merupakan sebuah elemen dekoratif yang
dapat mempercantik sekaligus berperan sebagai sambungan dinding.
Tak hanya untuk dinding, moulding juga bisa diaplikasikan
untuk sambungan lantai maupun plafon.
Dengan kata lain, moulding kerap dipergunakan sebagai hiasan
di bagian interior dengan beragam pola tertentu.
Nah, untuk mengenal lebih jauh lagi seputar moulding, yuk
simak langsung penjelasannya di bawah ini.
Fungsi Utama Moulding Dinding
1. Memperindah Tampilan Dinding
Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa
moulding kerap dipergunakan sebagai hiasan yang dapat mempercantik tampilan
dinding.
Terlebih moulding tersedia kedalam berbagai varian desain
atau pola, sehingga bisa anda pilih sesuai dengan desain interior rumah.
Baca juga: 3 Jenis Parquet Dinding Terbaik
2. Menyamarkan Cacat Pada Dinding
Tak hanya mempercantik, penggunaan moulding juga berfungsi
untuk menutupi cacat atau kerusakan pada dinding, seperti retakan kecil,
sambungan cat, dan tidak rata.
3. Memberikan Perlidungan
Untuk beberapa jenis moulding seperti chair rail moulding,
ia berfungsi untuk memberikan perlindungan pada dinding dari kerusakan akibat
benturan dari furniture maupun aktivitas sehari-hari.
4. Membagi Area Dinding
Fungsi berikutnya dari penggunaan moulding, yakni dapat
membagi dinding menjadi beberapa bagian.
Sehingga hal ini dapat menciptakan pola visual maupun area
tertentu, seperti panel wainscoting hingga border atas dan bawah.
Berbagai Jenis Moulding
1. Chair Rail Moulding
Chair Rail Moulding akan dipasang pada dinding dengan
ketinggian tertentu, biasanya sekitar sepertiga dari tinggi dinding.
Selain fungsinya sebagai aksesoris, Chair Rail Moulding
dapat melindungi area dinding dari goresan maupun benturan furniture.
2. Panel Moulding
Untuk menciptakan pola dinding seperti bingkai atau persegi
panjang, maka jenis Panel Moulding merupakan pilihan paling tepat.
Pasalnya, Panel Moulding dapat memberikan sentuhan klasik
sekaligus kesan yang lebih mewah pada interior rumah.
3. Picture Rail Moulding
Sesuai dengan namanya, jenis Picture Rail Moulding memang
dirancang khusus untuk menggantung foto maupun lukisan tanpa harus mencancapkan
paku ke dinding.
4. Crown Moulding
Umumnya Crown Moulding diaplikasikan pada pertemuan antara
plafon dengan dinding.
Kendati sering dihubungkan dengn plafon, namun Crown
Moulding juga bisa difungsikan untuk memperindah bagian atas dinding.
5. Baseboard Moulding
Diaplikasikan pada bagian bawah dinding, Baseboard Moulding
berperan untuk menutupi sambungan antara dinding dengan lantai, sekaligus juga
memberikan tampilan lebih rapi pada ruangan.
6. Beadboard Moulding
Selanjutnya ada Beadboard Moulding yang berupa panel dengan
garis-garis vertikal, sehingga dapat menciptakan kesan klasik.
Jenis-jenis Bahan Moulding
1. Kayu Solid
Untuk anda yang lebih suka dengan tampilan natural dan
elegan, maka moulding dari bahan kayu solid adalah jawabannya.
Adapun mengenai jenis-jenis kayu terbaik yang
direkomendasikan, seperti jati, merbau, mahoni, dan lain sebagainya.
Baca juga: Yuk, Kenali Jenis-jenis Lantai Kayu
2. Kayu Rekayasa (Engineered Wood)
Apabila harga moluding dari bahan kayu solid dirasa
kemahalan, maka bahan kayu rekayasa menjadi alternatif terbaik sebagai
penggantinya.
3. PVC
PVC merupakan singkatan dari Polyvinyl Chloride, dimana ia
sejenis bahan termoplastik yang memiliki sifat lentur dan kokoh.
Menariknya lagi, moulding PVC tersedia kedalam berbagai
varian warna dan motif yang dapat anda pilih sesuai selera.
4. Gypsum
Bahan berikutnya yang bisa anda gunakan untuk moulding
dinding, yakni berupa material gypsum.
Dikarenakan sifatnya yang ringan dan renyah, moulding gysum
sangat cocok dibuat dengan pola yang lebih rumit.
Tips Memasang Moulding Dinding
1. Pilih Jenis dan Ukuran yang Sesuai
Sebelum mengaplikasikan moulding, sebaiknya tentukan dulu
jenis serta ukuran yang sesuai dengan desain ruangan rumah.
Misalkan untuk ruangan dengan langit-langit yang lebih
tinggi, maka pilihlah mouding dengan ukuran lebih besar agar terlihat
proporsional.
Apabila desain ruangannya mengusung konsep minimalis,
disarankan untuk menggunakan moulding yang tidak terlalu banyak detail.
Disisi lain, penting juga bagi anda untuk mengukur panjang
dinding guna memastikan mouldingnya cukup untuk pemasangan tanpa harus
menggunakan banyak sambungan.
2. Siapkan Peralatan yang Memadai
Ada berbagai peralatan penting dalam menunjang pemasangan
moulding dinding, seperti gergaji mitra untuk memotong sudut, paku, atau
perekat khusus untuk moulding.
Selain itu, sediakan juga waterpass untuk mendapatkan posisi
moulding yang lebih lurus dan presisi.
3. Pastikan Area Dinding Bersih dan Rata
Pastikan area dindingnya dalam kondisi bersih dari debu,
kotoran, maupun noda minyak.
Jika terdapat kotoran, bersihkan permukaan dinding
menggunakan lap kain yang lembab agar perekat maupun paku bisa menempel dengan
sempurna.
Seandainya ada permukaan dinding yang tidak rata, tambal
dengan menggunakan plester atau plester agar tidak terdapat celah diantara
moulding dan dinding.
4. Mulai Pemasangan Moulding
Saat proses pemasangan moulding, anda harus menggunakan
waterpass agar hasilnya lebih lurus dan presisi.
Usahakan untuk tidak terburu-buru memasang semua bagiannya
sekaligus. Pasanglah satu bagian terlebih dulu, kemudian cek tingkat
kelurusannya.
Apabila sudah lurus sempurna, lanjutkan ke bagian
berikutnya. Untuk area sudut dinding, gunakanlah potongan sudut yang sesuai
agar sambungannya terlihat rapi.
Pada area dinding yang terdapat retak kecil, gunakan dempul
kayu untuk menutupinya, lalu haluskan dengan amplas sebelum di cat.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai seluk beluk seputar
moulding untuk kebutuhan dinding.
Bagaimana, apakah anda juga tertarik untuk menggunakan
moulding dinding?