Cari Lantai Kayu yang Tahan Air? Ini Dia Rekomendasinya
3 Jenis Lantai Kayu Decking Tahan Air
1. Decking Kayu Ulin
Sudah bukan rahasia lagi bahwa ulin merupakan salah satu jenis kayu asli Indonesia yang kualitasnya mendunia.
Hal itu pun terbukti, yang mana kayu khas Kalimantan ini memiliki tekstur sekeras besi. Itu sebabnya, mengapa kayu ulin juga kerap dijuluki dengan nama Kayu Besi.
Dengan teksturnya yang sekeras besi, tentu saja kayu ulin sangat tidak disukai oleh hama rayap sehingga cocok dijadikan bahan baku untuk produk decking (lantai kayu outdoor).
Tak hanya tahan terhadap serangan rayap, decking kayu ulin juga sudah terbukti tahan terhadap air maupun paparan sinar matahari.
Mengingat akan hal itu, maka tak heran jika deck kayu ulin sangat ideal diaplikasikan untuk pinggiran kolam renang.
Baca selengkapnya: Decking Kayu Ulin dan Jenis Lainnya
2. Decking Kayu Bengkirai
Ciri khas dari jenis decking yang satu ini berupa tampilannya yang berwarna kuning cerah, sehingga ia kerap dijuluki dengan istilah Yellow Balau.
Untuk tingkat kekerasannya, decking kayu bengkirai ini memiliki tekstur yang begitu padat dan keras sehingga membuatnya tidak mudah ditembus oleh rayap dan tahan air.
Tak berbeda jauh dengan decking ulin, yang mana decking kayu bengkirai juga sering diaplikasikan di area luar ruangan, seperti pinggiran kolam renang, taman, halaman, rooftop, dan lain sebagainya.
3. Decking Kayu Merbau
Kayu merbau banyak dijumpai di daerah Kalimantan dan Papua. Namun, kualitas kayu merbau Papua dinilai lebih bagus ketimbang kayu merbau Kalimantan.
Dari segi tampilan, Decking Kayu Merbau ini mengusung warna merah kecokelatan yang berpadu dengan pola serat berbentuk lurus.
Tentu saja penggunaan Decking Kayu Merbau dapat menghadirkan kesan yang lebih mewah, elegan, namun masih tetap natural.
Selain tampilannya yang indah, Decking Kayu Merbau juga sudah terbukti tahan terhadap serangan rayap maupun perubahan cuaca ekstrim.
Namun, terdapat satu kekurangan dari Decking Kayu Merbau yang harus diketahui.
Decking Kayu Merbau ini biasanya akan mengeluarkan getah saat terkena air, sehingga tekstur permukaannya akan terasa lengket saat dipijak dengan kaki telanjang.
Tapi anda tidak perlu khawatir, karena keluarnya getah tersebut merupakan proses alamiah kayu merbau yang sama sekali tidak mengurangi kualitasnya.
Bahkan, getah ini akan hilang dengan sendirinya paling cepat dalam waktu 2 minggu, dan paling lambatnya sekitar 1 – 2 bulanan.
Nah, itu dia beberapa rekomendasi lantai kayu decking yang tahan air, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan referensi untuk mempercantik eksterior hunian.
Untuk info pemesanan lantai kayu decking dan jasa pasangnya, segera hubungi marketing kami pada nomor: 0812-2042-004 (Rohimat)